Menukar uang asing atau valuta asing (valas) sudah menjadi kebutuhan umum, terutama bagi mereka yang sering bepergian ke luar negeri, berbelanja barang impor, atau menerima pembayaran internasional. Namun, tidak semua orang memahami cara bertransaksi yang aman di money changer.
Supaya tidak tertipu dan tetap mendapatkan nilai tukar terbaik, yuk pahami hal-hal penting berikut ini!
Money changer adalah tempat resmi untuk menukar uang dari satu mata uang ke mata uang lainnya.
Lembaga ini berperan penting dalam memfasilitasi kebutuhan transaksi internasional masyarakat.
Ada dua jenis money changer yang diakui oleh Bank Indonesia (BI):
- Money Changer Bank — dijalankan oleh lembaga perbankan.
- Money Changer Non-Bank (KUPVA BB) — dikelola oleh badan usaha yang mendapat izin resmi dari BI.
Dengan izin tersebut, money changer dapat beroperasi secara legal dan diawasi untuk menjaga keamanan transaksi nasabah.
Menukar uang di tempat resmi bukan hanya soal mendapatkan kurs yang bagus, tapi juga jaminan keamanan.
Bertransaksi di tempat ilegal atau tidak berizin bisa berisiko, seperti:
- Mendapatkan uang palsu.
- Dikenakan kurs tidak wajar.
- Tidak ada bukti transaksi bila terjadi kesalahan.
Money changer resmi wajib mencatat semua transaksi dan memberikan struk yang sah sesuai aturan Bank Indonesia.
Ini memastikan setiap proses berlangsung transparan dan terlindungi secara hukum.
Berikut langkah-langkah yang bisa kamu ikuti agar transaksi lebih aman dan nyaman:
1. Periksa Legalitas Money Changer
Pastikan tempat tersebut memiliki izin resmi dari Bank Indonesia.
Ciri-cirinya antara lain:
- Menampilkan sertifikat izin usaha di area kasir.
- Menyediakan papan kurs harian secara jelas.
- Menggunakan sistem kasir digital dan mencatat setiap transaksi.
Kamu juga bisa memeriksa daftar resmi money changer berizin di situs www.bi.go.id.
2. Bandingkan Nilai Tukar (Kurs)
Sebelum menukar uang, cek kurs di beberapa tempat.
Hindari penawaran kurs yang terlalu tinggi karena bisa jadi itu jebakan untuk menarik pelanggan tanpa transparansi biaya tambahan.
Pilih money changer yang terbuka soal kurs jual dan kurs beli.
3. Hitung Uang di Tempat
Setelah transaksi selesai, hitung kembali uang yang kamu terima di depan petugas.
Periksa juga kondisi fisik uang — jangan terima uang yang rusak, sobek, atau lusuh karena bisa sulit digunakan di luar negeri.
4. Simpan Struk Transaksi
Struk adalah bukti resmi yang bisa kamu gunakan jika terjadi selisih nominal atau kesalahan hitung.
Pastikan struk mencantumkan:
- Tanggal dan waktu transaksi
- Jumlah uang yang ditukar
- Kurs yang berlaku
- Nama money changer
5. Hindari Tukar Uang di Tempat Tidak Resmi
Jangan tergoda dengan tawaran kurs tinggi dari penukar uang di pinggir jalan atau tempat tanpa identitas jelas.
Transaksi seperti ini berisiko besar dan tidak memiliki jaminan hukum bila terjadi masalah.
Kini, banyak money changer digital yang beroperasi melalui aplikasi atau website resmi.
Kelebihannya:
- Kurs kompetitif dan real-time.
- Transaksi cepat tanpa perlu ke lokasi fisik.
- Keamanan terjamin karena terdaftar di OJK atau Bank Indonesia.
Namun, tetap pastikan platform tersebut memiliki izin resmi dan reputasi baik sebelum melakukan transaksi online.
Menukar uang asing bukan sekadar mencari kurs terbaik, tapi juga soal keamanan dan kepercayaan.
Pastikan kamu selalu bertransaksi di money changer resmi, mengecek kurs terlebih dahulu, serta menyimpan bukti transaksi.
Dengan langkah sederhana ini, kamu bisa menukar uang dengan aman, nyaman, dan bebas dari risiko penip
